Thursday, 15 September 2016

Tugas Slide power Point Sejarah Bahasa Indonesia

 Jika ada salah informasi atau kata, mohon di koreksi
LINK DOWNLOAD

Hubungan Biaya, Volume dan Laba



Hubungan Biaya, Volume dan Laba 
Analisis biaya, volume dan laba merupakan sebuah teknik atau alat yang digunakan untuk mempelajari hubungan antara votume, biaya total, pendapatan total dan laba, analisis ini sangat berguna bagi perencanaan atau perencanaan laba dalam tahun anggaran tertentu.
Analisis hubungan BVL tidak hanya bermanfaat untuk organisasi yang berorientasi pada laba, tetapi juga dapat digunakan untuk organisasi yang tidak berorientasi pada laba. Organisasi tersebut perlu memahami bagaimana biaya dapat dipengaruhi oleh perubahan volume kegiatan untuk membantu organisasi dalam mengendalikan biaya.
Dalam melakukan analsis BVL didasarkan pada suatu asumsi bahwa:
  • Semua biaya dapat dipisahkan menjadi biaya tetap dan biaya variabel.
  • Jumlah biaya tetap tidak berubah dalam kisaran tertentu dari data yang dianalisis.
  • Biaya variabel berubah seiring dengan perubahan dalam volume produk atau kegiatan dalam kisaran tertentu dari volume yang dianalisis.
Yakni merupakan salah satu alat analisis yang dapat digunakan untuk menghitung dampak perubahan harga jual, volume penjualan, dan biaya terhadap laba untuk membantu manajemen dalam perencanaan laba jangka pendek.

Dengan Analisis Biaya-Volume Laba perusahaan dapat mengambil kebijakan atau langkah-langkah yang harus diambil dalam rangka untuk mencapai perolehan laba yang diharapkan.
Ada 3 (tiga) faktor yang mempengaruhi Laba :
  1. Volume produk yang dijual, berpengaruh terhadap volume produksi produk atau jasa tersebut.
  2. Harga jual produk,atau jasa akan mempengaruhi besarnya volume penjualan produk atau jasa yang bersangkutan.
  3. Biaya produksi, adalah biaya yang timbul dari perolehan atau untuk pengolahan suatu produk atau jasa akan mempengaruhi harga jual produk yang bersangkutan.

Analisis biaya, volume dan taba dapat digunakan untuk menentukan titik impas dengan beberapa pendekatan persamaan matematika, pendekatan contribution margin per unit, pendekatan contribution margin ratio dan pendekatan grafik.

Anggapan yang Mendasari Analisis Titik Impas:
  1. Variabilitas biaya dianggap akan mendekati pola perilaku yang diramalkan. Biaya tetap akan selalu konstan dalam kisaran volume yang dipakai dalam perhitungan impas, sedangkan biaya variabel berubah sebanding dengan perubahan volume penjualan.
  2. Harga jual produk dianggap tidak berubah-ubah pada berbagai tingkat kegiatan. Jika dalam usaha menaikkan volume penjualan dilakukan penurunan harga jual atau dengan memberikan potongan harga, maka hal ini mempengaruhi hubungan biaya, volume dan laba.
  3. Kapasitas produksi pabrik dianggap secara relatif konstan. Penambahan fasilitas produksi akan berakibat pada penambahan biaya tetap dan akan mempengaruhi hubungan biaya-volume- laba.
  4. Harga faktor-faktor produksi dianggap tidak berubah. Jika harga bahan baku dan tarif upah menyimpang terlalu jauh dibanding dengan data yang dipakai sebagai dasar perhitungan impas, maka hal ini akan mempengaruhi hubungan biaya, volume laba.
  5. Efisiensi produksi dianggap tidak berubah.
  6. Perubahan jumlah persediaan awal dan akhir dianggap tidak signifikan.
  7. Komposisi produk yang akan dijual dianggap tidak berubah.

Suatu perusahaan dikatakan dalam keadaan break even apabila dalam usahanya pada suatu periode antara jumlah biaya dengan jumlah hasil penjualan adalah sama. Pada keadaan ini berarti bahwa perusahaan tidak memperoleh laba dan tidak mengalami kerugian. Jadi break even itu dapat diartikan suatu keadaan dimana jumlah biaya dan jumlah penghasilan dari penjualan adalah sama, sehingga perusahaan tidak mengalami kerugian dan tidak memperoleh keuntungan.

Break even adalah keadaan suatu perusahaan yang pendapatan penjualannya sama dengan jumlah total biayanya, atau besarnya contribution margin sama dengan total biaya tetap, dengan kata lain perusahaan tidak memperoleh laba tetapi juga tidak menderita rugi atau rugi labanya sama dengan nol.

Suatu perusahaan dikatakan break even point apabila setelah dibuat perhitungan rugi laba dari suatu periode kerja atau dari suatu kegiatan usaha tertentu, perusahaan tidak memperoleh laba tetapi juga tidak mengalami kerugian. Break even point merupakan suatu usaha yang tidak memperoleh laba dan tidak menderita rugi. Dengan kata lain suatu usaha dikatakan break even jika jumlah pendapatan sama dengan jumlah biaya atau apabila laba konstribusi hanya dapat digunakan untuk menutup biaya tetap saja. Break even point adalah volume (V) yang jumlah total pendapatan dengan total biaya dan keuntungan adalah nol.

Berdasarkan devinisi yang telah dikemukakan maka dapalah ditarik suatu kesimpulan bahwa break even point adalah suatu tingkat penjualan yang diperlukan untuk menutupi biaya operasional, dimana pada titik impas laba sebelum bunga dan pajak sama dengan nol atau dengan kata lain perusahaan tidak memperoleh laba dan tidak mengalami kerugian.

Analisis break even adalah suatu cara atau suatu teknik yang digunakan untuk mengetahui pada volume (jumlah) penjualan dan volume produksi, apakah perusahaan yang bersaing ketat tidak menderita kerugian dan tidak pula memperoleh laba, dengan menggunakan rumus sebagai berikut :

Untuk mengetahui besarnya tingkat penjualan yang minimum yang harus dilakukan perusahan agar biaya-biaya yang dikeluarkan dapat dikendalikan dengan tingkat keuntungan atau laba yang direncanakan dapat dicapai, maka digunakan rumus sebagai berikut :

Dimana:
FC = Biaya Tetap
P = Harga Jual Per Unit
S = Penjualan
VC = Biaya Variabel Per Unit
1 = Konstanta
π = Laba yang direncanakan
b. BEP (dalam rupiah)
   
Saya setuju bahwa analisis biaya,volume dan laba (BVL) merupakan alat analisis yang tepat bagi manajemen terkait hubungan antara biaya, volume penjualan, dan laba. Karena dengan melakukan analisis BVL dapat diketahui hubungan antara perubahan volume penjualan dan perubahan terhadap harga jual dan jumlah biaya (biaya tetap dan variabel). Jadi, manajemen dapat menentukan volume penjualan dan bauran produk yang dibutuhkan untuk mencapai tingkat laba yang diharapkan dengan sumber daya yang dimiliki.
Sedangkan break even point adalah alat atau usaha untuk mnyeimbangkan antara biaya, volume dan laba. Hal ini karena sebuah perusahaan dinyatakan tidak memperoleh laba dan tidak menderita rugi apabila volume (V) yang jumlah total pendapatan dengan total biaya dan keuntungan adalah nol. Dan saya pribadi menganjurkan setiap perusahan dapat mengontrol break even point dengan baik demi kelancara arus biaya, volume penjualan dan laba.




Thursday, 17 December 2015

Monday, 14 December 2015

Mengapa Memilih Usaha Ice Cream






Seperti halnya bisnis makanan/minuman pada umumnya, peluang bisnis es krim sangat layak untuk ditekuni. Mengapa peluang bisnis es krim sangat menjanjikan? Simak Delapan Alasan-nya berikut ini…
1. Iklim Tropis Indonesia
Secara alami, letak negara kita di khatulistiwa ini sangat mendukung perkembangan bisnis es krim. Apalagi suhu udara kenyataannya juga semakin bertambah.
2. Konsumennya Berasal dari Berbagai Kalangan Siapa yang tidak kenal es krim?
Mulai anak-anak hingga orang dewasa kenal dan akrab dengan yang namanya es krim. Produk ini sangat tidak asing bagi siapapun. Itu berarti peluang memasarkannya jauh lebih mudah daripada produk yang asing atau baru ditawarkan. Anda tinggal membuat rasa es krim yang lezat, kemasan/penyajian yang menarik dan merek yang menggoda. Lambat laun es krim Anda akan dikenal dan disukai oleh konsumen.
3. Pasar Bisnis Es Krim Mudah Dicari.
Cukup dengan mencari tempat yang ramai dan strategis misal mall, kampus, sekolah, futsal, pasar, kolam renang dll, maka kami yakin bisnis Anda akan segera menuai kesuksesan.
4. Mudah Dimulai, Dijalankan dan Pengawasan

Untuk memulainya Anda cukup memiliki Mesin Pembuat Es Krim (Ice Cream Maker) baik yang model Es Puter/Skop atau model Kran (Soft Ice Cream). Karena setiap pembelian mesin selalu diadakan pelatihan sampai bisa berproduksi dan perawatan mesin. Tidak perlu tenaga dengan keahlian khusus dan berpendidikan tinggi lulusan SMP pun bisa. Pengawasan gampang karena setiap mesin menghasilkan produk yang sudah pasti sehingga penyelewengan dari karyawan hampir tidak ada.
5. Tidak Perlu Banyak Karyawan
Anda cukup mempekerjakan minimal 1 (satu) orang karyawan saja sebagai operator mesin merangkap kasir dan pelayan sehingga 1 mesin perlu 1 karyawan
6. Tidak Butuh Keterampilan Tinggi
Prinsipnya semua orang bisa melakukannya, hanya butuh pengalaman saja. Bisa dipelajari dengan mudah sambil menjalankan bisnisnya (learning by doing).
7. Proses Pembuatan Cepat dan Bisa Diatur
Membuat es krim tidak perlu waktu terlalu lama, dan jumlah produksi dan variasi produk pun bisa Anda atur sendiri.
8. Peluang Bisnis Es Krim tidak ada matinya……
Peluang bisnis es krim tak akan pernah tua, dari zaman dulu sampai sekarang bisnis es krim tetap ada. Dan yakinlah… di masa mendatang peluang bisnis es krim juga akan tetap ada dan berkembang seiring kemajuan zaman dan kreatifitas manusia.


Beragam Manfaat Ice Cream


Banyak orang tak melirik kala disodori cokelat dan es krim. Apalagi,
wanita yang tengah berdiet. Kandungan kalori yang tinggi dari kedua jenis
makanan ini diyakini menjadi penyebab melonjaknya berat badan.

Namun, siapa sangka ada sederet manfaat di balik kelezatan makanan ini.
Salah satunya, memberi rasa nyaman dan rileks pada orang yang
mengonsumsinya. Menurut beberapa penelitian yang dilakukan, cokelat dan es
krim mampu memberi ketenangan dan rasa rileks.

Perasaan tenang dan nyaman dari cokelat ini diduga karena kandungan
kafein, meski jumlahnya tidak sebanyak dalam kopi. Ada pula kandungan *
theobromine* yang bersifat vasodilator, yakni menyebabkan pelebaran pembuluh
darah.

Imbasnya, otot yang tegang menjadi rileks, dan jantung yang semula
"lesu" pun jadi giat kembali. Kondisi ini membuat suasana hati yang murung
menjadi riang.

Khusus untuk es krim bisa dilihat hasilnya berdasarkan penelitian
Institut Psikiatri London, Inggris. Beberapa sukarelawan mengaku merasa
lebih nyaman setelah mengonsumsi es krim. Ternyata es krim memberi dampak
positif pada bagian *orbitofrontal cortex*, yakni bagian depan otak yang
menganalisis berbagai hal.

Rasa tenang dan nyaman itu sangat mungkin ditimbulkan oleh kalsium
karena bahan utama es krim adalah krim susu yang kaya akan kalsium. Kalsium
dipercaya memberikan efek rileksasi bagi otot. Inilah yang memungkinkan
seseorang merasakan perasaan tenang dan nyaman setelah mengonsumsi es krim.


*MANFAAT BAGI KESEHATAN*
*1. Menjaga kesehatan jantung.*
Mengonsumsi makanan yang kaya akan flavonoid berhubungan erat dengan
rendahnya angka kematian yang disebabkan oleh penyakit jantung koroner.
Diduga, kandungan flavonoid pada cokelat justru menjaga kesehatan jantung
karena menghambat oksidasi LDL. Flavonoid pada cokelat juga berperan sebagai
antioksidan yang dapat mencegah penuaan dini.

*2. Merangsang sistem kekebalan tubuh.*
Dengan memproduksi lebih banyak sitokin (protein yang diproduksi sebagai
bagian dari sistem imun tubuh), maka cokelat bermanfaat dalam merangsang
sistem kekebalan tubuh.

*3. Menurunkan risiko terkena kanker payudara.*
Berdasarkan penelitian Institute of Community Medicine, Universitas
Tromso, Norwegia, dalam International Journal of Cancer, mengonsumsi 3 gelas
atau lebih susu setiap hari dapat menurunkan risiko terkena kanker payudara
pada wanita pramenopause.


*ANGGAPAN SALAH*
*1. Cokelat penyebab utama kerusakan pada gigi (karies).*
Kerusakan gigi pada umumnya akibat sisa-sisa makanan yang tidak
dibersihkan. Untuk menghindarinya, biasakan menggosok gigi segera setelah
mengonsumsi cokelat.

*2. Es krim penyebab batuk dan pilek.*
Sama sekali tidak benar karena ketika masuk ke mulut, es krim dengan
segera akan mencair. Mencairnya es krim dengan cepat dipacu oleh suhu tubuh
individu yang mengonsumsinya. Dengan demikian, saat es krim masuk ke
kerongkongan, suhunya sudah tidak sedingin air es. Meskipun demikian, es
krim sebaiknya dihindari oleh penderita radang tenggorokan, amandel, atau
asma. Ketiga penyakit tersebut dapat kambuh apabila terinduksi suhu dingin.


*ES KRIM BERNILAI GIZI TINGGI*
Es krim termasuk kelompok hidangan beku yang memiliki tekstur semipadat
dan memiliki nilai gizi tinggi. Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan
es krim, antara lain lemak susu, padatan susu tanpa lemak (skim), krim, gula
pasir, bahan penstabil, pengemulsi, dan pencita rasa. Sedikitnya 100 gram es
krim yang berbahan susu memiliki 110-130 kalori dengan kandungan protein
2,5-3 gram.v

MAKALAH RISET PEMASARAN (MANAJEMEN PEMASARAN)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang            Dalam kenyataan, sering terjadi ternyata data/informasi yang telah disebutdi atas...