Sunday 26 March 2017

MAKALAH RISET PEMASARAN (MANAJEMEN PEMASARAN)

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

           Dalam kenyataan, sering terjadi ternyata data/informasi yang telah disebutdi atas tidak mencukupi untuk mengambil keputusan tertentu. Untuk itu diperlukan riset pemasaran. Yang didefinisikan sebagai fungsi yang menghubungkan pemasar dengan pelanggan dan khalayak melalui informasi. Ini digunakan untuk menyidik dan mendefinisikan kesempatan dan masalah pemasaran yang menghasilkan, menajamkan , dan menilai kegiatan pemasaran. Setiap pemasar memerlukan riset pemasaran, masing-masing dengan tujuannya sendiri.
           Agar dapat menghasilkan nilai dan memberikan kepuasan kepada pelanggan, perusahaan memerlukan informasi dari semua segi. Selain itu, perusahaan juga memerlukan banyak informasi tentang pesaing, perantara, dan pemain serta kekuatan di pasar. Pemasaran memandang informasi bukan hanya sebagai masukan untuk dapat membuat keputusan yang lebih baik, tetapi sebagai aset strategis dan alat pemasaran.
           Riset pemasaran mencakup berbagai kegiatan yang luas, mulai dari potensi dan pangsa pasar, menaksirkan kepuasan dan perilaku pembelian pelanggan, sampai kepada studi pemberian harga, produk, distribusi dan kegiatan promosi. Perusahaan dapat melakukan riset pemasarn dengan tenaga sendiri dan dapat pula oleh pihak luar. Apakah digunakan tenaga sendiri atau dari luar ini sangat bergantung dari kemampuan dari perusahaan sendiri. Namun ada kecenderungan menggunakan jasa perusahaan riset. Oleh karena itu, makalah ini disusun dengan tujuan untuk mempermudah dalam memahami proses pembelajaran riset pemasaran.




1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang dikemukakan diatas dapatdirumuskan rumusan masalah sebagai berikut :
1.    Apa itu riset pasar ?
2.    Apa saja peran dan fungsi riset pasar ?
3.    Apa saja prosedur riset pasar ?
4.    Apa tujuan dari riset pasar ?

1.3. Tujuan Penulisan
1.    Untuk mengetahui definisi riset pasar
2.    Utuk mengetahui peran dan fungsi riset pasar
3.    Untuk mengetahui prosedur dalam riset pasar
4.    Untuk mengetahui tujuan dari riset pasar
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Riset Pasar

Riset pemasaran merupakan suatu kegiatan yang sistematik dan mempunyai tujuan dalam hal pengindentifikasian masalah, peluang, pengumpulan data, pengolahan dan penganalisisan data, penyebaran informasi yang bermanfaat untuk membantu manajemen dalam rangka pengambilan keputusan identifikasi dan solusi yang efektif-efisien di bidang pemasaran perusahaan (Sunarta, 2007).

The American Marketing Association (AMA) atau Asosiasi Pemasaran Arnerika secara formal mendefinisikan riset pemasaran sebagai fungsi yang menghubungkan konsumen, pelanggan, dan masyarakat dengan pemasar. Riset pasar menghubungkan ketiganya melalui informasi - informasi yang digunakan untuk mengidentifikasi dan mendefinisikan peluang dan masalah pemasaran. Informasi tersebut juga digunakan untuk membuat, memperbaiki dan mengevaluasi tindakan pemasaran, memantau kinerja pemasaran, serta memperbaiki pengertian mengenai pemasaran sebagai sebuah proses.

Definisi riset pemasaran menurut Malhotra adalah identifikasi, pengumpulan, analisis, diseminasi, serta penggunaan informasi secara sistematik dan objektif. Informasi tersebut digunakan untuk membantu manajernen membuat keputusan yang berhubungan dengan identifikasi dan penyelesaian masalah dalam bidang pemasaran.[1]

Riset pemasaran dilakukan secara objektif dan tidak memihak serta berusaha untuk menyediakan informasi akurat yang mencerminkan keadaan kejadian yang sebenarnya. Informasi yang akurat dan objektivitas hasil riset akan sangat membantu manajemen dalam membuat keputusan yang dinilai terbaik. Perencanaan sistematis diperlukan pada seluruh tahap proses riset pemasaran mengingat bahwa riset pemasaran merupakan suatu rangkaian kegiatan yang sistematik.

B. Peran dan Fungsi Riset Pasar
Riset pemasaran memainkan dua peranan kunci dalam sistem pemasaran. Pertama, riset tersebut merupakan bagian dari proses umpan balik intelijen pemasaran, yang menyediakan data-data tentang keefektifan bauran pemasaran saat ini dan memberikan wawasan untuk perubahan yang diperlukan kepada para pengambil keputusan. Kedua, riset pemasaran merupakan alat utama dalam menelusuri peluang baru di pasaran. Riset segmentasi dan rise produk baru membantu mengidentifikasi peluang yang paling menguntungkan bagimanajer pemasaran.[2]
Fungsi riset pasar berkaitan derigan bagaimana pihak manajemen menggunakannya, yaitu:
1. Planning (Perencanaan)
Perencanaan berkaitan dengan menentukan peluang pasar meliputiSegmentation, Demand estimation dan Environmental assessment.
2. Problem Solving (Pemecahan Masalah)
Riset pasar untuk Problem Solving lebih fokus kepada membuat keputusan jangka pendek dan keputusan jangka panjang, meliputi Product (produk), Price (Harga), Place (Ternpat) dan Promotion (prornosi).
3. Control (Pengendalian)
Control-Oriented Market Research membantu pihak manajemen untuk menemukan titik masalah dan memonitor proses yang sedang berlangsung.[3]




C. Tujuan Riset Pasar
Menurut Doman (2002), ada 4 tujuan dasar dan riset pasar, yaitu:
1. Menganalisis pasar
Riset analisis pasar membantu rnemperhitungkan potensi pasar untuk produk, jasa atau usaha baru. Analisis pasar dapat memberikan informasi mengenai calon pelanggan, pasar potensial, lokasi usaha, dan pesaing.
2. Menganalisis tanggapan pasar terhadap suatu produk atau jasa
Analisis ini dimaksudkan untuk memperhitungkan potensi produk atau jasa di pasar. Pengkajian bisa dilakukan sebelum suatu produk diperkenalkan. Survei juga bias dilakukan untuk meningkatkan pemasaran atau produk.
3. Menganalisis efektivitas iklan atau promosi dan perusahaan
Riset ini membantu pemilik perusahaan untuk menyeleksi media periklanan yang paling efektif dan paling cost-effective.
4. Menyusun strategi
Pengkajian perencanaan strategis melacak pertumbuhan atau kemerosotanpasar-pasar yang sudah ada dan membantu menemukan produk-produk atau jasa-jasa apa yang akan sukses dalam pasar tersebut. Riset perencanaan strategis biasanya dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang sudah mapan.

D. Klasifikasi Riset Pasar
Menurut Maholtra, dikatakan bahwa riset pemasaran dibagi ke dalam dua kategori yaitu riset identifikasi masalah (problem identification research) dan riset mengatasi masalah (problem solving research).[4] Riset identifikasi masalah bertujuan mengidentifikasi masalah yang di kemudian hari akan diteliti lebih lanjut untuk dicarikan solusinya. Riset mengatasi masalah merupakan riset di mana hasil risetnya dimaksudkan untuk dijadikan bahan dalam rangka pengambilan keputusan manajemen atas permasalahan yang terjadi. Secara lebih rinci keduanya dapat diperbandingkan dalam tabel sebagai berikut:

Riset Identifikasi Masalah
(problem identification research)
Riset Mengatasi Masalah
(problem solving research)
Market potensial research
Segmentation research
Market share research
Product research
Image research
Pricing research
Forecasting research
Promotion research
Business trend research
Distribution research

Jika melihat beberapa contoh penelitian yang berkategori mengidentifikasi masalah seperti disebut diatas, maka nampak bahwa pada dasarnya penelitian identifikasi masalah lebih bersifat preventif. Suatu perusahaan yang dihadapkan pada situasi pasar yang memiliki tingkat kompetisi ketat, selalu dituntut untuk memperbaharui berbagai informasi dan fenomena pasar yang fluktuatif dan massif.
Seberapa tingkat fluktuasi dan massifitas pergerakan arus barang dan jasa yang ada di pasar, akan sangat berpengaruh terhadap potensi pasar (market potensial), pangsa pasar (market share), maupun persepsi (produk image) konsumen atas barang dan jasa yang dihasilkan. Selain itu, penelitian identifikasi masalah juga bermaksud memperkirakan (forecast) terhadap kecenderungan (naik-turunnya) permintaan (demand) dan penawaran (supply) suatu produk di pasar. Dengan melakukan serangkaian penelitian yang cermat, teliti, dan terukur, maka akan diperoleh data dan berbagai informasi penting yang dapat digunakan oleh pengambil kebijakan (policy maker) dalam menentukan taktik dan strategi bisnis yangakan diterapkan.
Kemudian jenis penelitian yang lain dalam lingkup pemasaran adalah penelitian bagaimana cara mengatasi suatu masalah yang muncul dalam suatu perusahaan. Dalam konteks perusahaan yang baru akan tumbuh dan berkembang, penelitian bagaimana cara mengatasi masalah yang mungkin bisa timbul.


E.Prosedur Riset Pasar
Untuk melakukan sebuah riset atau penelitian, diperlukan prosedur dan sistematika dalam penyajian hasil penelitian tersebut. Secara umum prosedur dan sistematika penyajian hasil penelitian meliputi perumusan masalah, perumusan hipotesis, menentukan metode riset, menentukan variabel penelitian, menentukan data penelitian, pengumpulan data, pengolahan data, analisis data, kesimpulan dan saran, penyajian laporan penelitian.
1. Menentukan topik riset
Langkah awal sebelum melakukan riset adalah menentukan topik riset itu sendiri. Tanpa memiliki topik riset tentu saja tidak ada riset atau riset menjadi kabur dan tidak terfokus ke salah satu hal yang di teliti. Maka menjadi penting menentukan topik riset sebelum melangkah jauh ke depan berkaitan dengan riset tersebut. Contoh topik riset pemasaran antara lain:
·         Mengukur loyalitas konsumen terhadap merek
·         Perilaku pembelian barang di masa inflasi
·         Mengukur persepsi masyarakat terhadap suatu daerah perbelanjaan
·         Menilai kegiatan perencanaan pemasaran
·         Mengukur kecenderungan konsumen mengeksplorasi produk dan informasi
·         Menguji respons konsumen terhadap perbedaan warna brosur
·         Mengidentifikasi perilaku pembelian spontan
·         Menilai kemampuan manajer dalam menjalankan kegiatan pemasaran.
·         Mengukur manfaat iklan televise
·         Persepsi konsumen terhadap rumah makan dan luar negeri.

2. Perumusan masalah
Setelah menentukan topik riset pemasaran yang sekiranya benar-benar dikuasai, langkah berikutnya menguraikan latar belakang mengapa memilih topik riset pemasaran tersebut? Di dalam uraian tersebut dikemukakan mengenai alasan-alasan memilih topik tersebut berikut argumentasiargumenasj yang dapat menguatkannya. Semakin banyak argumentasi yang dikemukakan akan dapat memberikan kontribusi pada penguatan topik riset pemasaran yang sudah dipilihnya. Kemudian setelah uraian latar belakang permasalahan selesal diuraikan, berikutnya menentukan rumusan masalah penelitian.

3. Perumusan hipotesis
Langkah berikutnya setelah dirrumuskan pokok permasalahan dan suatu topic riset pemasaran, adalah perumusan hipotesis riset. Hipotesis ini merupakan jawaban bersifat sementara berdasarkan pokok rumusan masalah yang telah disusun. Sehingga kebenaran dari suatu hipotesis masih harus dilakukan pengujian-pengujian melalui uji statistik, apakah hipotesis yang diajukan benar atau tidak benar. Banyaknya hipotesis yang diajukan disesuaikan dengan banyak rumusan masalah.

4.  Menentukan metode riset
Menentukan riset diperlukan untuk membantu memecahkan permasalahan dalam topik. Pada umumnya metode riset menggunakan alat-alat dan uji statistik jika data penelitian berupa angka-angka bilangan, jadi bersifat kuantitatit. Namun di samping alat dan uji statistik, dapat pula dilakukan secara kualitatif, berupa analisis karakteristik data tanpa melalui pengujian kualitas dari sebuah riset bersifat kualitatit sangat bergantung pada kevalidan data hasil observasi pada objek yang diteliti. Semakin valid dan detail, semakin memberikan kontribusi pada kualitas hasil riset, sebaliknya data yang diperoleh dari hasil observasi kurang atau tidak valid serta tidak didukung oleh argumentasi yang kuat, akan mengakibatkan berkurangnya kualitas sebuah riset kualitatif.
Metode riset bersifat kualitatif, misalnya dengan analisis SWOT (Strenght, Weaknesses, Opportunity, Treath), Analisis Peta. Metode riset bersifatkuantitatif, terutama empergunakan alat uji statistik, misalnya uji hipotesis,uji khi kuadrat, uji analisis varians (Anova), uji koefisien regresi, uji koefisienkorelasi baik parsial maupun simultan, dan uji statistik nonparametric


5. Menentukan variabel riset
Dalam menentukan variabel riset, disesuaikan dengan topik yang diteliti, karena variabel riset yang diperlukan terkandung pada topik tersebut.

6. Menentukan data riset
Berdasarkan variabel riset di atas berarti kita dapat menentukan data risetnya. Jika variabel berkaitan dengan persepsi masyarakat maka data risetnya juga mengenai persepsi masyarakat. Banyak sedikitnya data riset tergantung pada kebutuhan responden dalam hal ini masyarakat yang menjadi sampel riset. Jika berkaitan dengan penjualan maka data risetnya dapat berupa volume penjualan berdasarkan periode penjualan, volume penjualan berdasarkan daerah penjualan, atau volume penjualan berdasarkan salesnya. Oleh karena itu data riset sangat tergantung pada variabel yang diteliti.

7. Metode pengumpulan data
Untuk mengumpulkan data riset ada dua metode yaitu metode pengumpulan data kualitatif, dan metode pengumpulan data kuantitatif.[5]
a. Metode pengumpulan data kualitatif
Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data kualitatif antara lainwawancara, focus group dan teknik proyeksi:
1. Wawancara merupakan metode yang digunakan untuk memperoleh informasi secara langsung, mendalam, tidak terstruktur, dan individual. Dalam wawancara, seseorang responden diajukan pertanyaan oleh pewawancara untuk mengungkapkan perasaan, motivasi, sikap, atau keyakinannya terhadap suatu topik pemasaran. Bentuk wawancara yang terkini memungkinkan pewawancara dan orang yang diwawancarai tidak bertemu secara fisik. Pemanfaatan teknologi dibidang teknologi dan internet mampu membuat pewawancara dan partisipan saling berinteraksi di depan monitor  komputer atau televisi. Hal ini tentunya akan memberikan efisiensi karena memungkinkan perolehan informasi yang lebih cepat dengan jangkauan lebih luas.
2. Focus Group merupakan suatu bentuk pengumpulan data melalui diskusikelompok dalam pemasaran. Di mana diskusi grup terfokus ini merupakan
kelompok kecil yang terdiri dari 8-10 orang yang dipiIih untuk mendiskusikan topik tertentu tanpa menggunakan kuesioner yang terstruktur. Orang-orang yang terlibat dalam diskusi grup terfokus diharapkan memiliki pengetahuan atau kecakapan di bidangnya sehingga pandangannya benar-benar mampu memberikan masukan yang mendalam bagi manajer. Seperti halnya wawancara yang mampu memanfaatkan kemajuan teknologi, dalam diskusi grup terfokus ini dimungkinkan bahwa antar anggota tidak bertemu secara Iangsung dalam  diskusi. Bentuk diskusi grup terfokus melalui diskusi interaktif dengan menggunakan Internet sudah mulai biasa diterapkan dalam riset sehingga bisa menghemat biaya yang dikeluarkan untuk tranportasi peserta dan biaya-biaya fasilitas.
3. Teknik proyeksi merupakan metode yang digunakan untuk memperoleh
data dengan mendorong responden mengungkapkan perasaan, motivasi,sikap atau keyakinannya terhadap suatu topik pemasaran dengan pertanyaan tidak Iangsung dan tidak terstruktur.[6]
Pengertian tidak Iangsung disini berarti bahwa partisipan bebasmemproyeksikan atau menyamaartikan apa saja yang muncul dalampikiran atau perasaannya berkaitan dengan objek atau topik yangdisampaikanpeneliti.

b. Metode pengumpulan data kuantitatif
              Pengumpulan data kuantitatif dapat dilakukan dengan beberapa metode yaitu survei, observasi dan eksperimen.[7]
·         Survei merupakan metode yang digunakan secara luas, khususnya dalam riset pemasaran. Informasi dikumpulkan dengan menanyai orang melalui daftar pertanyaan yang terstruktu. Dengan survei, periset bertujuan memperoleh informasi seperti preferensi, sikap, atau pendapat responden yang diungkapkan dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan. Survei bertujuan untuk meliputi banyak orang sehingga hasil survei dapat dipandang mewakili populasi atau merupakan generalisasi.Survei pada umurnnya melibatkan banyak responden, tergantung pada tujuan dan batasan riset.
·         Observasi merupakan metode pengumpulan data dengan mengamati dan mencatat pola perilaku orang, objek atau kejadian-kejadian melalui cara sistematik. Dalam hal ini periset tidak berkomunikasi atau bertanya dengan orang atau objek yang sedang diobservasi sehingga orang yang sedang diobservasi tidak menyadari kalau mereka sedang diteliti. Hal ini dilakukan supaya objek yang diamati tidak mengubah perilakunya selama proses riset berjalan. Observasi dapat dilakukan dengan mengamati beberapa hal antara lain perilaku fisik, perilaku mengonsumsi, perubahan raut muka, objek. Metode observasi menawarkan keunggulan berupa perilaku yang nyata atau aktual dan orang yang diamati sehingga tidak terjadi manipulasi. Keunggulan ini bisa jadi tidak dimiliki oleh metode sebelumnya.
·         Eksperimen merupakan riset yang berusaha memanipulasi satu atau lebih variabel kausal, kemudian mengukur efek dan manipulasi tersebut terhadap satu atau Iebih variabel dependen. Eksperimen memungkinkan periset mengisolasi variabel lain di luar variabel kausal sehingga efek tersebut dinilai sebagal hasil perubahan variabel kausal yang digunakan dalam riset. Dengan melihat kondisi pada saat eksperimen dijalankan, eksperimen dapat dikategorikan menjadi dua jenis yaitu eksperimenlaboratorium dan eksperimen lapangan. Eksperimen laboratorium dijalankan dalam keadaan yang tidak alami karena percobaan tidak dilakukan di pasar yang sesungguhnya, sedangkan eksperimen lapangan menggunakan kondisi yang riil.

8. Pengolahan data
Pada tahap ini, semua data riset yang telah diperoleh, kemudian dilakukansortir data yaitu memilih data yang memenuhi persyaratan riset. Hal inidilakukan karena ada kemungkinan data yang masuk, beberapa di antaranyabisa tidak memenuhi persyaratan riset yang tetah ditetapkan sebelumnya.Misalkan dibutuhkan 100 data, berarti kita harus mencari lebih dari 100 data.Sehingga ketika ada data yang tidak memenuhi persyaratan masih ada datalainnya. Data riset yang diperoleh kemudian dikumpulkan ke dalam table tertentu untuk memudahkan pengolahan data. Sedangkan pengolahan datadapat dilakukan dengan sistem manual dan atau sistem komputerisasi. Untukmenyesuaikan perkembangan zaman lebih baik menggunakan system komputerisasi dengan beberapa keunggulan, diantaranya lebih cepat, lebihtepat, lebih detail dalam perhitungannya. Pengolahan data dapatmenggunakan program komputer SPSS atau program statistik lainnya.

9. Analisis data
Setelah dilakukan pengolahan data baik secara manual maupun komputerisasi, hasilnya merupakan output riset, di mana output tersebut harus dianalisis untuk mendapatkan gambaran hasil yang dicapai sebagai upaya memecahkan permasalahan riset. Dengan analisis data kita mengetahui apakah permasalahan riset dapat terpecahkan sesuai dengan harapan hipotesis riset atau tidak sesuai harapan hipotesis riset.

10. Kesimpulan dan saran
Bagian akhir dan prosedur riset adalah menarik kesimpulan dan saran berdasarkan hasil analisis data. Kesimpulan diambil murni dari hasil analisis data setelah dikaji melalui uji statistik dan atau nonstatistik (bersifat kualitatif). Apapun hasil analisis data dapat menjadi sumber pemecahan permasalahan dalam sebuah riset. Dalam riset juga perlu diberikan masukan berupa saran. Saran berisi langkah apa yang sebaiknya dilakukan untuk masa mendatang berdasarkan analisis data.

11. Penyampaian laporan riset
Setelah semua prosedur riset dilalui, dalam arti riset sudah selesai, langkah berikutnya disajikan dalam bentuk laporan riset yang disusun secara sistematik berdasarkan kaidah penulisan ilmiah, seperti prosedur riset pemasaran di atas. Dalam penyajian laporan riset, perlu juga diberikan argumentasi lainnnya agar lebih menarik seperti foto objek yang diteliti, bagan, tabel dan gambar-gambar lainnya yang berkaitan dengan riset.[8]

F. Sumber Data Riset Pasar
Dalam suatu riset yang dilakukan seorang peneliti akan menggunakan data-data
yang dikumpulkan sebagai bahan utama proses pengolahan data. Namun data
itu sendiri dibedakan menjadi data primer dan data sekunder.
1. Data primer
Kata primer merupakan lawan kata dari sekunder, di mana artinya asli atauutama atau secara langsung dari sumbernya. Jadi pengertian data primeradalah data asli yang dikumpulkan oleh periset untuk menjawab masalah risetsecara khusus. Dalam riset pemasaran, data primer diperoleh secaralangsung dari sumbernya, sehingga periset merupakan tangan pertama yangmemperoleh data tersebut.Data primer dibedakan menjadi dua yaltu data kualitatif dan data kuantitatif.
Data kualitatif adalah data yang berupa karakteristik, kategori atau ciri khassuatu objek penelitian. Contoh data kualitatif adalah data dikelompokkanberdasarkan jenis kelamin, jenjang pendidikan, daerah asal, jenis pekerjaafl. Jika data kualitatif diterapkan pada benda, misatnya data tentang buah berartidapat dikelompokkan menjadi ukuran besar, sedang, kecil, pada rasa buahmenjadi manis dan tidak manis.
Data kuantitatif adalah data yang berupa angka-angka atau bilangan baik utuh(diskrit) maupun tidak utuh (kontinyu). Data kuantitatif jenis diskrit misalnyadata mengenai jumlah konsumen, jumlah televisi, jumlah mobil, jumlahkaryawan, jumlah penjual, jumlah baju dan sebagainya. Sedangkan datakuantitatif jenis kontinyu, misalnya ukuran berat badan atau berat dalamperdagangan, ukuran jarak, ukuran tinggi rendah, dan sebagainya.
2. Data sekunder
Setelah data primer atau data utama pada riset dilakukan, sebagai sarana pendukungnya adalah data bersifat sekunder atau yang kedua, maksudnya adalah bahwa selain data utama, periset memandang perlu untuk menarnbah daya dukung atas penelitiannya dengan data-data yang lain yang berkaitan dengan penelitian. Misalnya mengenai identitas para responden, sarana dan prasarana dalam proses produksi, informasi jumlah konsumen dan waktu ke waktu, informasi jumlah karyawan sebuah perusahaan, informasi jumlah produk yang dijual ke pasar, informasi mengenal segmen pasar yang menjadi target, keuntungan perusahaan secara periodik, dan sebagainya. Untuk itu data sekunder menjadi penting sebagai pemberi informasi yang mendukung suatu riset tertentu

Ada beberapa pengertian data sekunder yang dapat menjadi rujukan untuk
digunakan dalam suatu riset yaitu:
·         Data sekunder merupakan data publikasi yang dikumpulkan tidak hanya untuk keperluan satu riset tertentu saja.
·         Data sekunder merupakan data yang telah dikumpulkan oleh pihak lain, bukan oleh periset sendiri, untuk tujuan yang lain, hal ini mengandung arti bahwa periset hanya memantaatkan data yang sudah ada untuk risetnya.
·         Data sekunder adalah data yang telah dikumpulkan oleh lembaga pengumpul data dan dipublikasikan kepada masyarakat pengguna data.
·         Data sekunder mencakup informasi yang telah dikumpulkan dan hanyamungkin relevan dengan permasalahan yang ada.

Dari beberapa pengertian data sekunder di atas, data sekunder dapat dibagi menjadi data sekunder internal dan data sekunder eksternal.

a. Data sekunder internal
Data sekunder internal ini adalah merupakan data sekunder yang diperoleh dan dalam objek yang diteliti, misalnya objek riset sebuah perusahaan atau organisasi, berarti data sekunder internal tersedia di dalam perusahaan atau organisasi tersebut contohnya jumlah karyawan, laporan keuangan atau akuntansi, jumlah penjualan produk, catatan gaji atau upah yang diterima para karyawan, bagan struktur perusahaan (organisasi) dan lainlain.

b. Data sekunder eksternal
Sedangkan data sekunder eksternal merupakan data yang tersedia di luar perusahaan atau organisasi, contohnya brosur, leaflet perusahaan, buku, majalah, riset orang lain, data di Badan Pusat Statistik, jurnal-jurnal, dan sebagainya. Sebenarnya data sekunder eksternal mi merupakan data yang
sudah jadi, artinya telah dilakukan pengolahan data berdasarkan pengumpulan di waktu sebelumnya. Misalkan data di Badan Pusat Statistik, Semua data telah diolah dan ditampilkan ke dalam tabel-tabel berdasarkan kelompok atau karakteristik data, sehingga seorang periset tinggal memilih data yang mana yang diperlukan.[9]

G. Kuesioner
Kuesioner pada umumnya diperlukan untuk berbagai tujuan, tidak hanya untukvriset pemasaran saja, tetapi banyak kepentingan di dalamnya. Setiap saat seseorang atau sekelompok tim kerja ketika membutuhkan data yang diperlukan sebagai dasar kerjanya, maka ketika itu pula mereka merasa perlu membuat daftar pertanyaan atau kuesioner.[10]
Empat hal penting yang perlu dilakukan untuk menyusun kuesioner yang efektif,yaitu:
1. Tidak terlalu panjang.
2. Pertanyaan jelas dan tidak bias/ ambigu.
3. Tidak mengandung pertanyaan yang mengarahkan jawaban responden.
4. Ada bagian umum dan bagian khusus.


Pada umumnya empat tipe pertanyaan yang bisa digunakan dalam suatu survei:
1. Dua pilihan (Two-choice)
Tipe ini digunakan untuk pertanyaan dengan jawaban ya atau tidak.
2. Pilihan berganda (Multiple choice)
Tipe ini memungkinkan responden untuk memilih jawaban dari sejumlahpilihan yang ada.
3. Ranking
Pertanyaan tipe ranking meminta responden untuk mengurutkan beberapa haldari yang paling penting sampai yang tidak penting. Pengurutan dilakukandengan memberikan peringkat 1 untuk yang paling penting, peringkat 2 untukyang kurang penting dan selanjutnya.
4. Terbuka (Open-ended)
Pertanyaan tipe terbuka mempersilahkan konsumen untuk menulis ataumendeskripsikan jawaban tanpa dibatasi oleh pilihan tertentu.

H. Makna Tanggapan Responden
Dalam menentukan arti jawaban, terdapat empat hal yang utama yaitu:
1. Tren
Tren adalah jawaban yang secara signifikan tinggi atau rendah terhadappilihan tertentu.
2. Similaritas
Similaritas adalah trend yang sama-sama dialami oleh berbagai kelompokdemografis yang berlebihan.
3. Kontradiksi
Hasil riset yang kontradiktif perlu dicari tahu alasannya. Kontradiksi juga bias menunjukkan adanya cacat pada metode survei.
4. Odd Groupings
Odd groupings ditemukan jika pelaku riset mendapatkan hasil yang tidakdiharapkan atau tidak dapat dijelaskan.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Riset pemasaran adalah suatu kegiatan yang sistematik dan mempunyai tujuan dalam hal pengindentifikasian masalah, peluang, pengumpulan data, pengolahan dan penganalisisan data, penyebaran informasi yang bermanfaat untuk membantu manajemen dalam rangka pengambilan keputusan identifikasi dan solusi yang efektif-efisien di bidang pemasaran perusahaan.
Ada beberapa tujuan dilakukannya riset pasar antara lain: Pertama, Menganalisis pasar, analisis pasar membantu rnemperhitungkan potensi pasar untuk produk, jasa atau usaha baru. Analisis pasar dapat memberikan informasi mengenai calon pelanggan, pasar potensial, lokasi usaha, dan pesaing.
Kedua, Menganalisis tanggapan pasar terhadap suatu produk atau jasa analisis ini dimaksudkan untuk memperhitungkan potensi produk atau jasa di pasar.
Ketiga, Menganalisis efektivitas iklan atau promosi dan perusahaan Riset ini membantu pemilik perusahaan untuk menyeleksi media periklanan yang paling efektif dan paling cost-effective.
Ke-empat, Menyusun strategi yaitu Pengkajian perencanaan strategis melacak pertumbuhan atau kemerosotanpasar-pasar yang sudah ada dan membantu menemukan produk-produk atau jasa-jasa apa yang akan sukses dalam pasar tersebut.

B. Kritik dan Saran
Dalam penyusunan makalah ini penulis telah menyusun dengan sungguh-sungguh dan berharap makalah ini dapat bermanfaat untuk para pembaca. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa makalah ini belum bisa dikatakan sebagai makalah yang sempurna sehingga penulis mengharapkan kritik dan saran yang dapat memacu semangat penulis agar lebih giat dalam belajar menulis yang lebih baik.

DAFTAR PUSTAKA

A. Churchill, Gilbert. 2001.Dasar-dasar Riset Pemasaran Jilid 1, edisi 4. Jakarta: Erlangga.

Hendri, John. 2009. Riset Pemasaran. Universitas Gunadarma.
Istijianto.2005.Riset Sumber Daya Manusia. PT. Gramedia Pustaka Utama.
Malhotra(1993).Marketing Research an Applied Orientation.
Simamora, Bilson. 2004. Riset Pemasaran: Falsafah, Teori, dan Aplikasi. Jakarta: PT.  Gramedia Pustaka Utama.

Sunyoto, Danag. 2012. Model Analisis Jalur untuk Riset Ekonomi. Bandung: CV Alfabeta.








MAKALAH RISET PEMASARAN (MANAJEMEN PEMASARAN)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang            Dalam kenyataan, sering terjadi ternyata data/informasi yang telah disebutdi atas...